Saksi Ahli: Hati-hati Jatuhkan Diskualifikasi, TSM Itu Sama Hukuman Mati

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Sidang dugaan TSM di Pilkada Bulukumba 2020, Senin 29 Desember 2020

MAKASSAR – Sidang dugaan pelanggaran pemilu secara Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) di Pilkada Kabupaten Bulukumba 2020 di Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut Senin 29 Desember 2020.

Bawaslu menghadirkan saksi ahli hukum Tata Negara Dr. Agus Ariwanto, SH.,MH, dari Universitas Sebelas Maret Surabaya.

Bacaan Lainnya

Agus diberi kesempatan menjawab pertanyaan majelis hakim dan kuasa hukum secara live virtual tersebut.

Menurutnya pembuktian dugaan kasus TSM harus jelas terpenuhi unsur-unsurnya.

Karena kata Dia, pembatalan calon dalam hukum administrasi pemilu sama dengan hukuman mati.

“Maka menurut saya hati-hati untuk menjatuhkan kualifikasi seorang itu dibatalkan sebagai calon karena itu hukuman mati.

Maka pembuktiannya harus dengan jelas terpenuhi dulu unsur TSMnya.

Kalau tidak terpenuhi tidak bisa dihukum mati dia hanya terpidana biasa karena diatur dalam pasal 187,” jelasnya.

Dia menjelaskan menurut Pasal 73 Ayat 2 dinyatakan bahwa pelanggaran itu haruslah terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif.

Penulis: Tim Redaksi
Editor: Amirullah
  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *