Soal Demo, SPMI Sulsel: Pekerja Hiburan Malam Cari Solusi Bukan Masalah

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

MAKASSAR – Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) Provinsi Sulawesi Selatan turut angkat bicara terkait aksi demonstrasi Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar Rabu 10 Februari 2021.

SPMI melalui ketuanya Edy Loejoe meminta kepada Pj Walikota Makassar untuk memberikan solusi kepada insan pekerja hiburan malam.

Bacaan Lainnya

Kata Edy bukan malah membuatkan masalah baru yang akan menambah penderitaan mereka dan keluarganya.

Apalagi katanya jika demo tersebut diproses ke ranah hukum karena pelanggaran protokol kesehatan.

BACA JUGA:   SPMI Minta Polisi Usut Pembuat Surat Edaran yang Diduga Palsu

“Kami meminta kepada Pj Walikota untuk memperhatikan kami. Para pekerja hiburan malam dan musisi. Mereka ini (demonstran) butuh hidup juga, jadi janganlah mencari kesalahan mereka,” katanya.

Para pendemo memaksakan diri turun ke jalan karena sudah beberapa bulan tidak menghasilkan, tidak bekerja lagi karena Covid-19.

“Sedangkan kami ini butuh makan,kami bukan pegawai negeri yang kerja di siang hari dapat penghasilan. Kenapa kami para pekerja hiburan malam, yang gajinya kecil mendapatkan pelarangan ini tidak adil,” tuntutnya.

Dia berharap agar Pj Walikota mendengarkan tuntutan pendemo sehingga mendapat solusi.

SPMI Sulsel juga berharap kepada insan pekerja hiburan malam untuk tetap solid dan tidak melaggar protokol kesehatan saat aksi.

BACA JUGA:   Musisi Makassar Cari Solusi Hadapi Dampak Virus Corona

Demo Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar di Balaikota kemarin sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah mengenai Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang kembali diperpanjang hingga 23 Februari 2021.

Pengunjuk rasa melakukan orasi ilmiah dengan membawa spanduk bertuliskan “Prokes Ketat, Corona Kurang, Edaran Lanjut…Kami Kelaparan.”

Selain menyampaikan orasi ilmiah, pengunjuk rasa juga memutar musik menggunakan pengeras suara.

Mereka kecewa karena Pj walikota Makassar tidak turun menemui pengunjuk rasa. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *