Waspada, Air Bendungan Bili-bili Lewati Batas Normal

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Info terbaru bendungan bili-bili. Humas Pemkab Gowa

GOWA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansa mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang khusus di bagian hilir.

Pihaknya mengatakan debit air Sungai Jeneberang mengalami peningkatan akibat curah hujan yang tinggi saat ini.

Bacaan Lainnya

“Saat sudah ada imbau juga dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang untuk masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang bantaran sungai dengan kondisi cuaca ekstrem ini,” kata Ikhsan, saat ditemui di Kantor Bupati Gowa, Rabu (10/3).

BACA JUGA:   Bukan Hoax, Jembatan dekat Bili-bili Rusak Dihantam Banjir

Ikhsan menyebutkan saat ini elevasi bendungan Bili-bili sudah berada diangka 99,50 mdp (vol =259.375 juta m3). Angka ini kata Ikhsan sudah melewati batas normal dari Bendungan Bili-bili 99,50 mdp (vol =259.375 juta m3).

“Namun batas-batas ini masih bisa dijaga karena belum sampai pada batas waspada. Ada juga batas waspada elevasi waspada 101,70 mdpl (vol =295.049 juta m3). Elevasi siaga 102,60 mdpl (vol = 310.345 juta m3), elevasi awas 103,30 mdpl (vol =322.516 juta m3),” jelas Ikhsan.

Saat ini pihaknya masih terus memantau kondisi Bendungan Bili-bili dan berkorespondensi dengan BBWS Pompengaan Jeneberang. Hanya saja menurut yang tidak bisa terkontrol adalah arus dari Sungai Jenelata. Karena menurutnya belum ada bendungan yang bisa mengatur debit air.

BACA JUGA:   Hoax Bendungan Bili-bili, Dulu Jebol Kini Retak Diguncang Gempa

Dirinya berharap agar curah hujan ini bisa segera reda. Menurutnya sesuai dengan prediksi BMKG siang ini curah hujan juga akan menjadi reda yaitu hujan ringan.

“Kami sendiri sesuai arahan Pak Bupati sudah ada posko. Jadi setiap saat kami stand by 24 jam. Kalau ada kejadian-kejadian kami langsung turun,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS Pompengaan Jeneberang, Rini S. Harun mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pembukaan pintu pelimpah Bendungan Bili-bili setinggi 2,5 m.

Selain itu, dirinya juga meminta agar masyarakat tidak beraktivitas di sekitar sungai Jeneberang. Apalagi saat ini hilir Sungai Jeneberang berdasarkan pemantauan dari Bendungan Bissua sudah pada elevasi waspada yaitu di angka 31,98 mdpl. Sementara batas elevasi waspada Sungai Jeneberang: 31,79 mdpl.

BACA JUGA:   Bukan Hoax, Jembatan dekat Bili-bili Rusak Dihantam Banjir

“Yang tinggi dari sungai Jenelata, sehingga kami menyampaikan kepada masyarakat tidak melakukan kegiatan penyebrangan sungai, menambang, menjala ikan di hilir bendungan Bili-bili dan kegiatan lainnya di muara Sungai Jeneberang,” harapnya. (Humas Gowa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *