Kronologi Dokter Ahli di Bulukumba Meninggal Pasca Vaksin Ketiga Versi Keluarga

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Beritabulukumba.com – Berikut ini kronologi dokter Andi Yuswardani Makmur meninggal tiga hari pasca vaksin tahap ketiga versi keluarga.

Rilis ini dikutip beritabulukumba.com dari Grup Humas Pemkab Bulukumba.

Bacaan Lainnya

1. Almarhum meninggal pasca vaksin hari ketiga adalah benar, tapi informasinya tidak lengkap, bahwa ada faktor lain yg memperberat efek samping pasca vaksin yg harusnya beristirahat beberapa tapi almarhumah tetap memaksa untuk bekerja seperti biasa.

2. Informasi yg mengatakan almarhum sedang mencuci dalam keadaan sehat juga benar.

3.Senin 16 agustus 2021 sebelum kejadian almarhumah ijin tidak kerumah sakit krn lagi kurang sehat .

BACA JUGA:   Anggota DPRD Bulukumba Divaksin, H Patudangi: Tak Perlu Takut

4. Hari kamis 19 agustus 2021 sempat masuk poli tapi cepat pulang krn kurang enak badan.

5. Jumat 20 agustus 2021, setelah periksa pasien almarhumah menuju ruang vaksin lt 3, saat skrining tensi awal 187 mmHg, almarhumah istirahat sejenak dan di tensi kembali 176 mmHg, almarhumah memutuskan tetap vaksin meskipun sdh dianjurkan oleh petugas untuk menunda dulu.

Setelah observasi pasca vaksin 15 menit, almarhumah pulang dengan kondisi yang sehat.

6. Sepulang kantor di hari jumat sempat bertemu saudaranya dan mengabarkan kalau hari ini sdh vaksin.

7. Sabtu pagi 21 agustus 2021 tetap ke rumah sakit jeneponto untuk poli, dan melayani 40 pasien pada hari itu.

BACA JUGA:   Ini Tempat Pendaftaran Vaksin Covid di Loket.com

8. Sabtu malamnya sempat menyampaikan di grup saudara, kalau almarhumah tidak demam tapi perasaannya tidak enak, tapi pesan pesan almarhumah untuk kami saudaranya di sabtu malam itu sangat banyak.

9. Minggu pagi 22 agustus 2021 saat ditanya oleh kami bagaimana kondisinya, almarhumah menyampaikan bahwa baik baik saja.

10. Minggu pagi sktr jam 7 msh sempat ngobrol dgn ayah kami, kemudian melanjutkan aktifitas mencuci baju sambil ngobrol dengan ummi kami, disitulah almarhumah pingsan dan menghembuskan nafas terakhir d kamar almarhumah

11. Almarhumah memang ada komorbid, sejak dulu tensi selalu diatas 140 mmHg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *