BRTI dan Mastel Resmi Adukan Kasus Indosat-IM2 ke KY

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) hari ini Rabu 17 Juli 2013, melaporkan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi perkara tuduhan kerugian negara dalam kerjasama penyelenggaraan 3G antara PT Indosat Tbk dan anak usahanya PT Indosat Mega Media (IM2) ke Komisi Yudisial (KY).

Laporan yang berupa pengaduan itu disampaikan anggota BRTI, Nonot Harsono kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia terkait penanganan kasus IM2 yang mengancam industri.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   PT Telkom, perusahaan idaman masyarakat

Pada surat yang pelaporan tersebut mereka menyebut adanya kekeliruan persepsi tentang maksud “menggunakan pita frekuensi radio pada perkara dalam kasus IM2-Indosat.

Majelis Hakim, dalam laporan tersebut,  mengabaikan penjelasan belasan saksi dan ahli bahwa hasil pengukuran di beberapa kota itu justru membuktikan bahwa pelanggan IM2 mengakses internet melalui jaringan seluler milik PT Indosat Tbk.

“Karena yang dipakai adalah SIM-card milik Indosat, maka TENTU SAJA sinyal radio dari pelanggan IM2 menempati pita frekuensi Indosat. Inilah yang dimaksud oleh UU 36 tahun 1999 dengan “Penyelenggara Jasa menggunakan Jaringan milik Penyelenggara Jaringan” dan tidak perlu membayar BHP-frekuensi. Majelis Hakim juga mengabaikan keterangan resmi Menteri Kominfo bahwa kerjasama IM2-Indosat adalah hal lazim yang memang didorong oleh regulasi yang ada. Majelis Hakim juga mengabaikan BRTI yang telah beritikad baik memberi keterangan tertulis kepada Majelis Hakim pada bulan pertama Pengadilan Tipikor berlangsung,”petikan surat pengaduan BRTI dan Mastel seperti yang diterima redaksi beritaBulukumba.com.

BACA JUGA:   Implikasi Vonis IM2 Bagi Industri Telekomunikasi Indonesia

Laporan: cr10/Arman

Pos terkait