Kemenkes Waspadai Virus Korona Bagi Jamaah Haji

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini makin waspada dengan penyebaran virus Korona yang melanda Arab Saudi. Terutama bagi calon jamaah haji yang akan berangkat menunaikan Haji tahun 2013 ini.

Kemenkes pun terus memantau dan melakukan langkah antisipasi terhadap perkembangan penyebaran Virus Korona di Arab Saudi. Tidak hanya karena musim haji sudah semakin dekat, langkah ini dilakukan sebagai upaya cegah tangkal penyakit antar negara.

Bacaan Lainnya

“Antisipasi penyebaran Virus Korona itu bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan haji dan umrah. Siapapun yang berinteraksi dengan negara yang sudah kita ketahui menjadi tempat terjadinya kasus ini, itu juga diperlakukan sama. Makanya TKI juga mendapat perhatian yang sama untuk mendapatkan informasi tentang ini,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Verdiansyah, ketika diwawancari salah satu stasiun radio, Jakarta, seperti dilansir kemenag.go.id  Kamis 18 Juli 2013.

BACA JUGA:   Insya Allah, Keluarga Korban Crane dari Bulukumba Dapat Santunan Rp3,8 Miliar

Sebagaimana diketahui, Virus Korona sekarang ini dikabarkan telah tersebar di Arab Saudi. Paling tidak tercatat sudah ada 80 kasus terinveksi. Bahkan dalam kesempatan berbeda, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menjelaskan bahwa dirinya telah menerima surat pemberitahuan dan peringatan resmi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi soal bahaya Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan menegaskan akan terus melakukan pemantauan terutama mengenai dampak bagi para jamaah haji asal Indonesia.

Terkait hal ini, Verdiansyah menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan telah menyiapkan dan melakukan langkah-langkah antisipasi, yaitu:

Pertama, konsolidasi internal di tingkat Kementerian Kesehatan yang langsung berada di bawah koordinator Direktorat Jenderal Pencegahan Penyakit Menular. “Kami sudah intens melakukan pertemuan-pertemuan dengan jaringan internal, mulai dari Pusat Kesehatan Haji, rumah sakit, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan, Embarkasi, dan sebagainya,” kata Verdiansyah

“Itu kami rutin melakukan koordinasi internal untuk membuat kebijakan-kebijakan strategis dan teknis,” tambahnya.

Kedua, membuat leaflet-leaflet dan media sosialiasi praktis yang mempermudah masyarakat untuk mengetahui dan memahami. Menurut Verdiansyah, ini sedang dibuat untuk dipedomani dan akan langsung didistribusikan melalui mitra-mitra Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA:   Cuaca Panas, Jamaah Haji Bulukumba Diminta Banyak Istirahat

“Mitra yang paling dekat tentu yang terkait dengan umrah dan haji, yaitu Kementerian Agama. Kami akan membuat surat edaran kepada kelompok penyelenggara umrah dan haji, Kanwil-Kanwil Kementerian Agama dan meminta mereka untuk segera memberikan sosialisasi kepada jamaah,” ujar Verdiansyah.

Ketiga, melakukan pemeriksaan dini di Kantor Kesehatan Pelabuhan. Verdiansyah mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan banner-banner pemberitahuan di setiap kantor pelabuhan bahwa jika ada jamaah atau siapapun yang akan pergi ke dan datang dari luar negeri, serta teridentifikasi mengalai demam, batuk, dan sesak napas hingga menimbulkan kondisi yang parah, maka dia harus langsung diisolasi di kantor kesehatan pelabuhan.

“Kami sudah menyediakan alat scanner panas, suhu, untuk memantau orang-orang yang akan pergi ke atau datang dari Arab Saudi untuk kemudian langsung diisolasi jika ada indikasi,” terang Verdiansyah.

“Sejauh ini, walaupun kami sudah menemukan kasus-kasus seperti itu dan langsung diisolasi ke beberapa rumah sakit, alhamdulillah tidak tergolong jenis korona virus,” tambahnya.

BACA JUGA:   Nama Jamaah Haji Sulsel yang Tertunda dan Berangkat Tahun 2013

Selain itu, Verdiansyah menginformasikan bahwa pencegahan umum yang harus dipahami masyarakat untuk mengatasi Virus Korona adalah dengan menjaga kekebalan tubuh. “Masyarakat harus menjadi kekebalan tubuh, karena virus tidak akan bisa menyerang tubuh yang punya kekebalan yang baik,” terangnya.

Lantas bagaimana kekebalan tubuh yang baik bisa terbentuk? Verdiansyah menjelaskan bahwa caranya cukup sederhana, yaitu dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. “Biasakan memakan makanan dengan gizi seimbang, memakai masker dalam berinteraksi dengan orang banyak, cuci tangan dengan sabun, serta segera berobat jika ada gejala dini,” jelas Verdiansyah.

“Virus ini belum ada obatnya. Namun jika penyakit yang mengurangi daya tahan tubuh kita bisa segera diatasi, maka Insya Allah virus itu pun tidak akan menyerang,” tambahnya.

Verdiansyah mengingatkan bahwa penggunaan masker penting karena sampai saat ini penularan virus korona ini diketahui terjadi dari manusia ke manusia melalui percikan yang dikeluarkan oleh penderita.

Laporan: Pinmas Kemenag RI

Pos terkait