Bentrokan Berdarah Mesir, 100 Orang Tewas Selama 8 Jam

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

KAIRO,BB – Bentrokan berdarah kembali terjadi di Mesir. Sedikitnya 100 orang tewas hanya dalam kurung waktu delapan jam.

Dilansir dari BBC News Indonesia, bentrokan maut terjadi antara pendukung dan anti mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi di sekitar mesjid Rabaa al-Adawiya Jumat malam, 25 Juli.

Bacaan Lainnya

Seorang dokter di rumah sakit lapangan dekat dengan lokasi protes menambahkan bahwa lebih dari 1.000 orang terluka.

Wartawan BBC melaporkan tembakan senjata otomatis masih bisa terdengar dan kawasan tersebut diselimuti oleh asap yang berasal dari tembakan gas air mata.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin Gehad el-Haddad kepada kantor berita Reuters mengatakan: “Mereka menembak bukan untuk melukai, mereka menembak untuk membunuh.”

Kekerasan juga berlangsung di kota terbesar kedua Mesir, Alexandria, dimana sedikitnya 10 orang tewas akibat bentrokan dua kubu yang bertikai.

Sejak Morsi, presiden terpilih pertama secara demokratis, digulingkan 3 Juli, banyak orang yang tewas akibat aksi protes yang berakhir dengan kekerasan.

Morsi kini secara resmi dituduh berkonspirasi dengan kelompok militan Palestina Hamas, yang memerintah jalur Gaza dan dikenal dekat dengan Ikhwanul Muslimin.

Dia diduga terlibat dalam serangan penjara tahun 2011 saat aksi penggulingan Presiden Hosni Mubarak.

Morsi dan sejumlah pemimpin Ikhwanul Muslimin saat itu dibebaskan ketika penjara Kairo dijebol Januari 2011 silam.

Hakim memerintahkan Morsi untuk diperiksa selama 15 hari. Perintah yang dikeluarkan Jumat kemarin adalah pernyataan resmi pertama terkait status Morsi sejak dia digulingkan dan ditahan di lokasi yang dirahasiakan.

Laporan: cr10/Rival/BBC Indonesia

  • Whatsapp