Kasihan, Jurnalis TV Nasional Tak Pernah Terima THR

  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Sejumlah stasiun televisi swasta nasional dikabarkan tak pernah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan yang berprofesi sebagai jurnalis di sejumlah daerah di Indonesia.

Bahkan dari penelusuran BeritaBulukumba.com, ada yang sudah mengabdi hingga 7 tahun tak sekali pun mendapat hak jelang hari raya keagamaan tersebut.

Para jurnalis yang dimaksud adalah karyawan yang diterima perusahaan sebagai tenaga kontrak. Perpanjangan masa kontrak beragam seperti setiap setahun atau dua tahun sekali.

Mereka ini menurut aturan juga berhak menerima THR di hari raya keagaamaan umat Islam.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jelas disebutkan pada pasal 1 poin d, jika pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain,’kata Kompartemen Advokasi & Perlindungan Anggota Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Adam Djumadin.

BACA JUGA:   Selain Terima Bonus, Atlet Peraih Medali Asian Games Ditawari PNS

Sementara itu, sejumlah jurnalis daerah yang belum menerima THR hanya bisa pasrah. Mereka juga mulai mengeluarkan keluahan di sosial media seperti Twitter dan Facebook.

“Kita memang pahlawan. tapi gak berani terus terang. padahal soal THR itu. URGEN. Seharusnya perusahaan tempat kita bekerja harus mengevalkuasi dan instrosfeksi. soalnya tanpa teman-teman di daerah, juga gak mungkin eksis dan tidak punya pengaruh apa-apa bagi pubilk. Namun kontrak kita ?????,”kata seorang jurnalis TV Nasional di sosial media.

“kita sebenarnya pengecut broo,tiap hari kita berjuang membangkitkan semangat para buruh lewat berita, namun kenyataanya kita sendiri takut menghadapi kenyataan bahwa kita juga sama butuh perhatian lebih dari perusahaan..THR OHH THR,”balas jurnalis lain yang tak disebut namanya.

BACA JUGA:   Hasil Timnas Indonesia U23 vs Malaysia U21 Skor Akhir 3-0

“Kepada para pekerja media atau termasuk berstatus karyawan yang merasa tidak dipenuhi haknya oleh perusahaan tempat mereka bekerja, bisa mengadukan hal ini ke PJI Sulsel untuk kemudian melanjutkan hal ini ke kementrian tenaga kerja,”tegas Adam.

Laporan: cr12/MJ

Pos terkait