Sen. Agu 26th, 2019

Berita Bulukumba

Media Online Kabupaten Bulukumba Sulsel

50th Anniversary of the “I Have a Dream” Speech di Google Amerika

2 min read

WASHINGTON DC,BB – Hari ini Google Amerika memperingati 50 tahun pidato Pendeta Dr. Martin Luther King Jr soal perjuangan persamaan hak, yang mengubah kehidupan rakyat Amerika.

Pada halaman utama Google yang di akses di wilayah Amerika Serikat akan muncul Doodle menggambarkan aksi besar-besaran pada tanggal 28 Agustus 1963.

Saat itu King menyampaikan pidatonya yang terkenal “I Have a Dream” di hadapan lebih dari 250 ribu orang di Washington. Acara itu telah menjadi momen bersejarah di Amerika.

Wartawan VOA Chris Simkins mengulas kembali apa yang merupakan demonstrasi terbesar untuk memperjuangkan kesetaraan hak di Amerika dan dampaknya.

Seperempat juta orang dari seluruh Amerika berkumpul dan berpawai untuk memperjuangkan persamaan hak dan pekerjaan. Demonstrasi itu dilakukan di tengah kerusuhan rasial besar-besaran, ketika Amerika berupaya mengakhiri undang-undang yang telah berlaku sejak lama yang mendiskriminasikan warga Afrika-Amerika.

BACA JUGA:   Ini dia Wilbur Scoville yang ultahnya dirayakan Google Doodle

Pendeta Jesse Jackson mengatakan Martin Luther King memiliki visi yang jelas tentang simbolisme pawai itu. “Mimpinya adalah mengangkat semangat kita, dan itu berhasil menggerakkan kita menuju kebebasan,” katanya.

Mereka yang menghadiri pertemuan itu mengatakan suasananya meriah. Banyak sejarawan setuju pawai itu merupakan pernyataan kuat bahwa diskriminasi rasial harus berakhir.

Pendeta Willie Blue mengatakan acara itu melebihi harapannya.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah kita semua bersatu dan berbicara dengan satu suara dan bagi saya itu adalah kejadian paling berpengaruh yang pernah terjadi,” kata Blue.

King menggunakan pertemuan itu untuk menyampaikan apa yang menjadi pidatonya yang paling terkenal.

“Saya punya mimpi bahwa semua manusia diciptakan sama,” kata Dr. King.

BACA JUGA:   Video Holidays 2014 ala Google di musim liburan

King menyoroti perjuangan warga Afrika-Amerika untuk menghapuskan segregasi dan diskriminasi rasial.

“Saya bermimpi empat anak saya pada suatu hari tinggal di negara di mana mereka tidak akan dinilai oleh warna kulit mereka tetapi oleh karakter mereka,” ujar King.

Dick Miles adalah salah seorang diantara banyak warga kulit putih yang menghadiri pawai itu.

“Saya pikir tidak ada seorangpun dari kita yang menduga pidatonya akan se-dramatis yang kita dengar. Pidato itu menyentuh hati semua orang,” kata Miles.

Pawai di Washington berakhir dengan King mendesak rakyat Amerika untuk mengutamakan kebebasan.

John Lewis ingat setelah pawai berakhir, pemimpin hak-hak sipil itu bertemu dengan Presiden John Kennedy di Gedung Putih.

BACA JUGA:   Kenapa when was the first parachute jump?

“Siang itu Presiden Kennedy mengundang kami ke Gedung Putih. Dia seperti ayah yang bangga yang mengatakan kepada kami satu persatu, ‘apa yang kamu lakukan bagus sekali’, dan ia mengatakan kepada Dr. King ‘kamu memiliki cita-cita,” kenang Lewis.

Sejarawan menilai Pawai di Washington itu sebagai protes damai dan penyemangat yang berhasil mengubah Amerika.

Laporan: cr12/VOA