Mobil Murah Toyota Agya Paling Banyak Dicari di Google

  • Whatsapp

JAKARTA,BB – Sejak diperkenalkan September 2012, mobil murah merek Toyota  Agya paling top dalam pencarian oleh calon konsumen di Google.

Dalam siaran persnya, Google telah merilis daftar 10 mobil yang paling banyak  di situs pencarian terbesar tersebut.

Dan hasilnya, Toyota Agya di puncak pencarian. Kemudian Honda Brio dan Suzuki  Ertiga.

Mobil buatan karya pelajar bernama Mobil Esemka masuk di posisi ke empat.  Lalu Nissan Evalia dan Daihatsu Ayla.

Berikut daftar 10 top pencarian mobil versi Google:
1. Toyota Agya
2. Honda Brio
3. Suzuki Ertiga
4. Mobil Esemka
5. Nissan Evalia
6. Daihatsu Ayla
7. Mitsubishi Outlander
8. Tata Nano
9. Mitsubishi Mirage
10. Bentley Mulsanne

BACA JUGA:   Video Ikan Tongkol Heboh, Ketua KPAI: Harus Diusut

“Mobil-mobil ini paling banyak di-Googling atau diriset secara online oleh  calon pembeli, “sebelum pergi ke dealer,” kata Rudy Ramawy, Country Head  Google Indonesia pada Rabu 28 Agustus 2013.

Dalam riset yang dilakukan bersama Netpop, Google menggelar survei di 22  negara. Survei tersebut bertujuan untuk mengukur seberapa jauh internet  mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli mobil.

Menurut Rudy, 96 persen  calon pembeli mobil di Indonesia melakukan riset online. “Ini adalah angka  tertinggi di Asia Tenggara,” ujarnya.

Studi ini juga mengungkapkan bagaimana internet dapat mempengaruhi keputusan  para pembeli mobil, terutama di Indonesia.

Dalam wawancara yang dilakukan  terhadap 35 calon pembeli, mereka ternyata menggunakan world wide web untuk  membandingkan harga, mencari foto-foto serta menonton video online untuk  mengambil keputusan. Untuk keperluan itu, mereka menggunakan segala jenis  perangkat digital seperti komputer pribadi atau ponsel pintar.

BACA JUGA:   Perut pengusaha India ini berisi 12 emas batangan

Penelitian ini, kata Rudi, memperkuat data tentang meningkatnya jumlah  pencarian terkait industri otomotif di situs Google Indonesia. Sayangnya,  kebanyakan pabrikan di Indonesia belum memanfaatkan potensi media digital,  alias tidak sadar akan meningkathnya kebiasaan meng-Googling.

“Kami berharap  penelitian ini akan membantu mereka memperkuat hubungan dengan konsumen  online Indonesia,” ujarnya.

Laporan: cr15/MJ

Pos terkait