BPBD Petakan Ancaman Rawan Bencana

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Bulukumba merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana yang cukup besar bila dilihat dari letak geografisnya yang sebagian wilayahnya dikelilingi oleh lautan.

Sepanjang pesisir pantai yang membentang 128 km melintasi 7 kecamatan pada setiap musim barat mengalami gelombang pasang yang sangat berpotensi menimbulkan gelombang pasang yang berakibat abrasi.

Bacaan Lainnya

Selain itu dataran tinggi serta wilayah pegunungan khususnya yang berada pada lereng Gunung Lompobattang di bagian barat labil dan mudah terjadi longsor, serta sungai besar dan kecil yang melintas di wilayah tersebut juga menjadi salah satu ancaman bencana yang setiap musim hujan  selalu berpotensi menimbulkan banjir di sepanjang aliran sungai. Selain itu, juga bencana anging puting beliung yang senantiasa mengancam pemukiman warga, seperti yang terjadi di Desa Kahayya beberapa bulan yang lalu.

BACA JUGA:   Bantuan Habis, Warga Serobot Hutan Lindung

Dengan dasar itulah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan kerjasama dengan BPBD Kabupaten Bulukumba melakukan penilaian Kapasitas Lokal dalam Pengurangang Resiko Bencana, Kamis (26/09) di Hotel Agri, jalan R.Suprapto.

Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Haerul Nur ini diikuti oleh unsur TNI, SKPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa.

Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kemampuan daerah dalam menghadapi bencana, baik kemampuan infrastruktur, sumber daya manusia, maupun kemampuan sumber daya sosial yang dimiliki oleh masyarakat Bulukumba.

Hal ini juga dimaksudkan sebagai langkah antisipasi guna meningkatkan kewaspadaan, serta memahami prosedur tetap penanganan setiap bencana yang mungkin terjadi kedepan. Salah satu langkah mendasar yang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan dan pemutakhiran data tentang ancaman-ancaman bahaya atau kerentanan yang rawan bencana.

BACA JUGA:   Bantuan Habis, Warga Serobot Hutan Lindung

Kepala BPBD Provinsi Syamsibar mengatakan tugas penanggulangan bencana adalah tugas mulia, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, olehnya itu mari saling bahu membahu dengan masyarakat, baik dalam mengantisipasi dan mengurangi resiko bencana maupun dalam menangani bencana jika itu terjadi.

Kegiatan itu, lanjut Syamsibar dilakukan untuk memberikan pembekalan dan pelatihan kepada para instansi terkait, guna penanggulangan bencana di Bulukumba, kata pria asal Rilau Ale ini.

Laporan: cr13/PR

Pos terkait