Iin Bantah Selingkuh dengan Komandan Suaminya

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA, BB –  Andi Nurnaina alias Iin, Istri Bripka Rafiuddin membantah telah berbuat asusila dengan pelaksana tugas (Plt) Kapolsek Bulukumpa, Iptu Briston Napitupulu.

Menurut ibu dua anak ini, hubungannya dengan Iptu Briston tak lain sebagai saudara. Dugaan skandal asusila yang dilakukan Iptu Briston menurutnya tidak benar. Iin menganggap Iptu Briston sebagai keluarga seperti permintaan suaminya sendiri.

Bacaan Lainnya

“Urusan makan dan mencuci kita selama ini layaknya keluarga, suami saya tahu itu,”katanya kepada BeritaBulukumba.com.

Kejadian hari Rabu sore, 27 Februari 2013 menurut wanita kelahiran 12 Januari 1985 ini hanya salah paham. Saat itu Iin sedang berdua dengan Briston di dalam rumahnya. Namun tidak seperti dituduhkan sedang berduaan di tempat tidur.

BACA JUGA:   Demo Kasus Dugaan Asusila Nyaris Anarkis

“Saya ada di kamar tidur sedangkan Pak Briston di dapur hendak ke tempat jemuran mengecek
pakaiannya,” tegas Iin. Setelah itu Iptu Briston menanyakan pakaiannya yang sudah dicuci. Iin pun keluar kamar dan berbincang dengan Briston. Perbincangan mereka bukan hanya soal pakaian, termasuk juga bicara soal pembayaran listrik yang belum dibayarnya.

“Pak Briston sempat menitipkan uang pembayaran listrik karena sering telat bayar listrik. Setelah menyerahkan uang, Pak Briston kembali ke tempat jemuran untuk mengambil pakaiannya yang sudah kering,” kata Iin. Saat hendak keluar dari rumah Iin inilah, suami Iin, Rafiuddin, datang.

Tapi keduanya masih sempat berbincang baik-baik. Persoalan baru muncul ketika Rafiuddin masuk ke rumah dan menginterogasi istrinya. Menurut Iin, sang suami mengira ia dan Briston punya hubungan khusus. Suaminya menanyakan apa yang telah diperbuatnya dengan komandannya itu, dengan nada emosi.

BACA JUGA:   Vonis Tak Selingkuh, Jabatan Kapolsek Iptu Briston Dicopot

“Apa yang kamu lakukan dengan Pak Briston?,” kata Iin meniru ucapan suaminya. Merasa tidak melakukan apa-apa, ia pun menjawab tidak ada apa-apa. Namun amarah sang suami tak terbendung lagi. Iin dipukul dengan tangan di bagian kepala dan mata hingga memar.

“Sampai sekarang masih terasa sakitnya tapi dengan apa yang diperbuatnya, sakitnya hati saya jauh lebih dalam karena tuduhan yang tidak sopan,” ujarnya.

Kini Iin memilih tinggal di rumah kerabatnya bersama kedua anaknya. Iin berharap kasusnya bisa cepat selesai. Kalaupun harus sampai di pengadilan ia juga sudah siap dengan bukti-bukti mengenai perilaku kasar sang suami dan kebiasaan buruknya. “Sebenarnya yang perlu sakit hati itu saya. Sejak lama saya tahu kalau suami saya yang suka selingkuh. Termasuk pernah selingkuh dengan kakak saya sendiri.

BACA JUGA:   Kasus Iptu Briston Termasuk 17 Pelanggaran Berat

Ini diketahui keluarga tapi kami tidak pernah mempersoalkannya lagi karena berharap dia (Rafiuddin, red) bisa mengubah kebiasaan buruknya,” beber Iin. Meski sakit hati dan marah, sebagai wanita Iin mempertimbangkan banyak hal makanya ia tetap mempertahankan rumah tangganya. “Saya selalu memikirkan masa depan anak-anak. Makanya tidak pernah melapor,”katanya. Hingga adanya kejadian Rabu lalu, Iin kini enggan menemui suaminya lagi.

Laporan: Anna Masiga

1 Komentar

Komentar ditutup.