Dampak Dollar Naik, Harga Komoditi Juga Merangkak di Sinjai

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

SINJAI,BB – Akibat melemahnya nilai tikar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat membuat harga hasil perkebunan ikut naik di Kabupaten Sinjai.

Empat komoditi yang mengalami kenaikan harga yang signifikan tersebut seperti cengkih, kakao, kopi dan rumput laut.

Bacaan Lainnya

Harga cengkih saat ini bisa dibanderol dengan harga Rp120ribu-150ribu perkilogram untuk cengkih kering. Sedangkan cengkih basah, capai Rp42ribu-44ribu perkilogram.

“Harga cengkih, kakao, kopi memang naik sejak rupiah melemah. Ini dikarenakan komoditi ini merupakan hasil perkebunan yang diekspor dengan kapasitas besar. Sehingga, jika dollar naik, maka pekebun akan berjaya,”kata kepala dinas kehutanan dan perkebunan (kadishutbun) Sinjai, Ramlan Hamid, Jumat 20 September dilansir dari Laman resmi Pemkab, sinjai.go.id.

Harga cengkih sebelum dollar naik, kisarannya hanya Rp 35ribu perkilogram untuk cengkih basah. Adapun kecamatan penghasil cengkih, kakao dan kopi diantaranya kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Selatan, Sinjai Tengah, Tellulimpoe, Sinjai Borong, Sinjai Barat dan Bulopoddo. Hasil cengkih dalam sekali musim panen, bisa capai ratusan ton bahkan ribuan.

BACA JUGA:   Polres Sinjai Perketat Pengamanan Jelang Lebaran

Tak hanya hasil perkebunan, rumput laut jenis gracilaria yang ditambak warga di Sinjai Utara juga merangkak naik. Sebelumnya, harga rumput laut kering  dibeli dengan harga Rp4ribu perkilogram. Namun, sejak naiknya dollar, rumput laut dibeli pengumpul dengan harga Rp6500 perkilogram.

Salah seorang petani rumput laut, Amiruddin warga Talibungin mengaku, banyak pengumpul rumput laut menawarinya dengan harga tinggi.

“Sudah banyak yang menawar dengan harga tinggi. Dan harga rumput laut ini memang salah satu komoditi yang diekspor sehingga kalau dollar naik, maka harganya juga naik,”jelasnya.

Laporan: cr12/Ulfa/fajar