BKD Bulukumba Dilapor ke Polisi Terkait 1.832 CPNS K2 Siluman

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan akhirnya dilaporkan ke polisi terkait honorer kategori II (K2) yang diduga siluman.

Wakil dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bulukumba, Arie Dirgantara, mengatakan sebanyak 1832 CPNS K2 di Bulukumba seharusnya tidak ikut ujian CPNS pada Minggu 3 November 2013.

Bacaan Lainnya

Alasannya karena mereka masuk dalam daftar CPNS yang tidak lolos verifikasi pada masa uji publik.

“Kami melaporkan ke polisi karena seharusnya 1.832 honorer K2 tidak boleh ikut ujian dari 3385 total yang diterbitkan,”kata Arie di Mapolres Bulukumba Senin, 4 November 2013.

BACA JUGA:   Soal Ujian CPNS Umum Lebih Sulit dibanding Honorer K2

Menurut data FPR, rincian honorer siluman sebanyak 1.126 guru honorer, 676 honorer teknis dan 30 digugurkan oleh BKN pusat.

Ujian CPNS Bulukumba, 3 November 2013
Ujian CPNS Bulukumba, 3 November 2013

Selain BKDD, FPR juga melaporkan Inpektorat Bulukumba. Kecurangan yang ditemukan pada data honorer K2 menurut menurut FPR seperti adanya ijazah palsu, cacat administrasi, SK pengangkatan honorer masih baru atau terdaftar di atas tahun 2005.

Sementara itu, Kepala BKDD Bulukumba, Ali Saleng, mengakui hasil verifikasi tidak dilaporkan ke BKN lantaran Jadwal yang ditentukan bersamaan dengan masa uji publik.

“Tidak ada ngotot mengikutkan ujian. Karena memang verifikasi tidak tuntas sesuai dengan jadwal,”kata Ali Saleng, kepada beritaBulukumba.com.

Meski demikian pihaknya mengaku tetap akan melaporkan hasil verifikasi ke BKN. Sehingga hasil ujian cpns nantinya bukanlah hasil akhir.

BACA JUGA:   Kabupaten Gowa terima 22 Guru PGSD dari 39 Formasi 2014

“Bisa saja saat verifikasi berkas terakhir bermasalah maka meski lulus ujian maka tidak akan diangkat menjadi PNS,”katanya.

Seperti diketahui, jumlah CPNS tenaga honorer K2 yang berhak mengikuti ujian kemarin sebanyak 3.355 dari 3.385 peserta.

Laporan: cr13/Jabbar Bahring