Petani Tewas Ditembak Aparat

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BULUKUMBA,BB – Seorang petani tewas secara sadis setelah ditembak aparat kepolisian yang bertugas di Polsek Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Marsuki (30), warga Dusun Bulusani, Desa Bontomangiring diduga menjadi korban penembakan dan penganiayaan anggota Polsek Ujung Loe, Briptu Abdul Halik, pada Sabtu 23 November 2013 tak jauh dari kawasan perkebunan PT London Sumatra.

Menurut Ahmad Kulle, yang melihat kejadian, sebelum ditembak korban dipegang oleh dua orang sekuriti lalu didor sebanyak tiga kali. Bukan sampai disitu, pengakuan Ahmad Kulle, petugas juga melempar tubuh korban yang sudah tidak berdaya keatas mobil milik PT Lonsum.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:   Polisi Tewas Ditembak di Gowa

“Korban malah diinjak-injak oleh petugas yang teler itu,” kata Ahmad Kulle kepada wartawan Minggu 24 November 2013. Sejumlah warga yang hendak menolong korban juga dihalangi dan diancam oleh petugas tersebut.

Pistol, ilustrasi
Pistol, ilustrasi

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulselbar Komisaris Besar Polisi Endi Sutendi membenarkan hal tersebut. Menurutnya Bripda Abdul Halik dan dua orang sekuriti PT Lonsum melakukan pengawasan di daerah. Mereka menemukan Marsuki bersama rekan-rekannya tengah melakukan perusakan. Korban tak menggubris tembakan peringatan.

“Korban malah menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam. Karena terdesak, polisi kemudian menembak paha Marsuki sebanyak tiga kali,” ujar Endi. Petugas kemudian membawa korban ke RSUD Sulthan Daeng Radja. Namun, di tengah perjalanan, Marsuki meninggal dunia diduga karena kehabisan darah. Penembakan ini menyulut kemarahan sejumlah warga Desa Bontomangiring. Mereka dan sejumlah ormas rencananya akan menggelar aksi unjuk rasa secara besar-besaran di Mapolres Bulukumba, Senin 25 November 2013.

BACA JUGA:   Polisi Tewas Ditembak di Gowa

Laporan: cr15/Riv