Curah Hujan dan Longsor Relatif Normal

oleh

JAKARTA, BB – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi musim hujan berdasarkan perkiraan musim penghujan pada 2013/2014 dari BMKG pada musim penghujan bersifat normal. Ditambahkan lagi berdasarkan prediksi dari berbagai lembaga ternama yang mengurusi iklim dan cuaca di dunia, seperti NCEP-NOAA (Amerika Serikat), Jamstec (Jepang), BOM (Australia), dan BMKG (Indonesia). Lembaga tersebut semuanya memprediksi curah hujan di wilayah Indonesia bersifat normal.

“Tak pengaruh dari Enso (Elnino dan Lanina), hangatnya suhu muka air laut di perairan Indonesia, dan Dipole Mode di Samudera Hindia yang ketiga faktor pengendali iklim di Indonesia tersebut menunjukan semuanya normal,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2013.

Loading...

Berdasarkan data BNPB, kata Sutopo, puncak hujan sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Desember, Januari, dan Februari. Namun, puncak tertinggi akan dimulai pada bulan Januari 2014 mendatang. Namun, secara umum tidak ada siklon tropis yang melalui wilayah Indonesia. Tapi, ada beberapa kejadian terjadi di sekitar Indonesia seperti Siklon Rosie (2008) di barat Banten, Siklon Vamei di Semanjung Malaka (2001), Siklon Kirrily di Kepulauan Aru (2009). Siklon tropis di Selatan Indonesia terbentuk antara November-Juni. Puncaknya bulan Februari (3 kali setahun), kemudian Maret dan Januari. Siklon tropis di Utara Indonesia terbentuk antara Juli-Oktober, puncaknya Agustus (5 kali setahun), di Utara lebih banyak dari pada di Selatan Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), by Wijaya
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), by Wijaya

“Umumnya Indonesia hanya akan terkena imbas dari siklon tropis, maka terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras, gelombang laut tinggi, dan angin kencang,” paparnya.

Berdasarkan peta bencana di Indonesia terdapat 1. 315 Kabupaten/Kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir dengan jumlah penduduk 61 juta jiwa di daerah tersebut. 2. 274 Kabupaten/Kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor dengan jumlah penduduk 124 juta jiwa di daerah tersebut.
3. 404 Kabupaten/Kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari puting beliung dengan jumlah penduduk 115 juta jiwa di daerah tersebut.

Laporan: Wijaya Mappasomba

Loading...