Nelson Mandela, Tokoh Dunia Pengagum Batik

oleh

JAKARTA, BB – Wakil Ketua Komisi I DRP Ramadhan Pohan menyebut Presiden Afrika Selatan (Afsel) Nelson Mandela (NM) adalah pejuang dalam persamaan hak dengan jalan damai. Dimana, NM adalah saksi hidup tentang pentingnya keyakinan akan keberhasilan suatu perjuangan meskipun diperolehnya pada saat senja.

“Dalam membangun bangsa NM menjadi contoh mengenai pentingnya pendekatan ‘truth’ serentak dengan ‘rekonsiliasi’. Kebenaran harus diungkap dan menjadi prasyarat bagi rekonsiliasi,” kata Ramadhan Pohan, Jakarta, Jumat 6 Desember 2013.  Mengenai masa lampau yang kelam dalam sejarah bangsanya, kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat (PD) ini, NM menganjurkan forgive (setelah truth ditegakkan) dan forget berarti siap melupakan kekeliruan di masa lampau.

Loading...

Sehingga, lanjut Pohan, NM bisa menjadi inspirasi kita untuk memperkuat sense of a nation dalam menemukan jati-dirinya untuk menjadi negara. “Syaratnya, semua pihak sepakat dan tidak terjebak lagi dalam kepentingan sesaat,” ujarnya.

Nelson Mandela dengan batik, foto Reuters
Nelson Mandela dengan batik, foto Reuters

Jangan lupa, tambah Pohan, NM adalah dubes untuk batik Indonesia. “Dia menolak pakain jas dan menggantinya dengan baju batik lengan panjang,” tuturnya.

Seperti diketahui, tokoh perdamaian Nelson Mandela meninggal dunia pada usia 95 tahun pada Kamis 5 Desember 2013 pukul 21.00 waktu setempat di Johannesburg, Afrika Selatan.

Laporan: cr17/Wijaya Mappasomba

Loading...