Mulai 2014 RSUD Sulthan Daeng Radja Menjadi BLUD

oleh

BULUKUMBA,BB – Kalau tidak ada aral melintang, per Januari 2014, pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.A.Sulthan Daeng Radja akan berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Artinya pengelolaan RSUD bersifat mandiri atau mengatur pengelolaan keuangannya sendiri berdasarkan prinsip ekonomi, produktifitas dan penerapan bisnis yang sehat.

Hal ini mengemuka ketika Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan, Hamonangan Simarmata menyerahkan hasil pendampingan Tim BPKP dalam penyusunan dokumen BLUD RSUD Sulthan Daeng Radja kepada Bupati H Zainuddin Hasan di Ruang Kerja Bupati, Selasa (17/12). Turut hadir menyaksikan penyerahan ini adalah Ketua DPRD Bulukumba, Sekretaris Daerah dan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Loading...

Dokumen tersebut merupakan prasyarat pembentukan sebuah BLUD, sehingga Bupati Bulukumba akan menindak lanjuti berupa Surat Keputusan Bupati tentang pembentukan dan pengelolaan BLUD. Dokumen yang menjadi persyaratan pelaksanaan BLUD tersebut berupa Dokumen Laporan Keuangan, Dokumen Tata Kelola, Dokumen Standar Pelayanan Minimun dan Dokumen Rencana Strategis Bisnis. Selanjutnya Sekretaris Daerah selaku ketua tim penilai BLUD tersebut akan melakukan penilaian atau evaluasi terkait implementasi BLUD yang akan dimulai per Januari 2014.

Dua minggu sebelumnya, tim BPKP telah bekerja melakukan pendampingan di RSUD atas permintaan Pemkab Bulukumba. Hamonangan Simarmata mengatakan bahwa untuk mewujudkan pengelolaan RSUD menjadi BLUD dibutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia, Informasi Teknologi (IT) dan anggaran, olehnya itu, lanjut Hamonangan Pemkab Bulukumba harus menyiapkan ketiga hal tersebut. Atas laporan dari timnya, Hamonangan mengaku kalau RSUD Sulthan Daeng Radja sudah layak menjadi BLUD. “Mengapa penting suatu rumah sakit menjadi BLUD oleh karena selama ini model anggaran dan model pelayanannya berbeda, sehingga dalam pengelolaannya tidak efektif dan efisien” ujar Hamonangan.

Kedepan ketika RSUD sudah berbentuk BLUD, maka pendapatan yang diterima sudah dapat dikelola sendiri tanpa harus menyetorkan ke kas daerah. “Intinya BLUD itu adanya fleksibilitas keuangan, dan perencanaan pengadaan obat bisa dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan saat itu” kata Kepala Tata Usaha RSUD, Muh. Nasrum.

Laporan: cr16/Ulla

Loading...