Kadis Perhubungan Sulsel Dilapor Pelecehan Jurnalis

oleh -

MAKASSAR, BB – Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Masykur A Sultan dilaporkan ke Relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB).

Kadis diduga melecehkan seorang jurnalis Harian Koran Tempo bernama Sulfaedar Pay, di Makassar.

Sulfaedar Pay atau Pay, mengadukan Masykur A Sultan lantaran diduga melakukan kekerasan verbal saat meliput jumpa pers Maskapai Penerbangan Merpati dengan Pemkab Selayar di Hotel Horison Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu 20 Maret 2013 sekitar pukul 11.00 Wita.

Loading...

Dalam laporannya, Masykur  A Sulthan yang turut hadir dalam acara tersebut, melontarkan kata-kata yang merendahkan profesi jurnalis, serta mengusir Pay yang sementara mewawancarainya.

“Dilihat dari pengakuan korban, Pak Masykur itu sudah melakukan kekerasan non fisik yaitu ancaman verbal, berupa penghinaan, menggunakan kata-kata yang merendahkan, dan pelecehan terhadap profesi,” kata Upi Asmaradhana, Koordinator Relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekpresi di Makassar.

Menurut Upi diansir dari KabarMakassarcom, pengakuan Pay yang juga Koordinator Liputan Tempo, sudah menjadi bukti yang kuat buat memproses kasus ini secara lebibh lanjut. Kepada relawan, Pay mengaku terintimidasi akibat kejadian tersebut.

Kasus kekerasan non fisik berupa kekerasan verbal ini, merupakan kejadian kedua yang terjadi selama bulan maret ini. Pada 3 Maret 2013 lalu, Direksi PT Semen Tonasa Pangkep melakukan kekerasan verbal yang disertai upaya suap terhadap jurnalis Bisnis Indonesia, Wiwiek Endah.

Upi menilai tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis, seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Kekerasan terhadap jurnalis mengancam kemerdekaan pers yang bisa menciderai nilai-nilai demokrasi.

Tim hukum Relawan KPJKB Sendiri,yang dikoordinir Abdul Muthalib, siap mengawal kasus ini. “Tim hukum siap membackup kasus ini. Ini tidak boleh dibiarkan,”kata Thalib yang juga Koordinator ACC Sulawesi ini.

Laporan: Jabbar Bahring