Fatwa MUI: Kepiting Halal, Bekicot Haram Dimakan

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

JAKARATA, BB – Sekretaris Fatwa MUI, Asrorun Niam, membenarkan bahwa kepiting dan rajungan serta hewan sejenis itu halal dimakan.

Menurut MUI, kepiting dan rajungan adalah hewan yang habitat asalnya dari air laut atau sungai. Hewan itu bisa bertahan di darat, namun waktunya terbatas.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan Bekicot yang hidup hasyarat yakni hewan melata. Berdasarkan dalil dan rujukan mayoritas kaum ulama Fikih, hewan itu jelas haram.

Lebih lanjut, Asrorun menekankan bahwa tak semua hewan yang haram dimakan maka sifatnya najis. Bekicot adalah salah satunya.

BACA JUGA:   Foto cewek jilboobs banyak di FB setelah fatwa haram

“Jadi kalau untuk kepentingan obat, air lendirnya masih boleh. Tidak bersifat najis,” katanya.

Berkenaan dengan intifa’ (pemanfaatan) bekicot untuk penggunaan luar. Dalam Sidang KF MUI yang lalu itu juga ditetapkan, Intifa’ atau pemanfaatan bekicot untuk penggunaan di luar tubuh diperbolehkan.

Seperti untuk kosmetika luar. Termasuk juga penggunaan untuk obat kalau memang betul-betul diperlukan berdasarkan hasil penelitian medis kedokteran.

Dalam hal ini berlaku kaidah Haajiyat, yakni kebutuhan yang memang sangat diperlukan untuk pengobatan, selama belum ada alternatif bahan penggantinya.

Laporan: Tim Religi

Pos terkait