JAKARTA,BBOnews.com — Innalillahi Wainailahi Rojiun. Satu pendemo pada aksi 4 November 2016 dikabarkan meninggal dunia. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengatakan nyawa saudara yang meninggal harus dibayar mahal oleh pemerintah.
Apalagi jika janji Presiden Jokowi, MPR dan DPR tidak ditepati untuk memproses cepat kasus penistaan agama terhadap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Suasana haru pun mewarnai kepulang sejumlah pendemo dari gedung MPR RI Sabtu 5 November 2016. Kepada massa, Habib meminta berdoa untuk korban.
“Setelah sampai di rumah berdoalah agar janji Presiden, pimpinan MPR dan DPR ditepati. Kalau tidak, dua atau tiga minggu lagi kita akan melakukan aksi kembali. Tangkap Ahok atau kita yang menangkap,” tegasnya. Habib dengan mata-berkaca-kaca berharap keluarga korban yang meninggal bersabar. Menurutnya, almarhum meninggal saat berjihad.
“Kami akan datang pada keluarga almarhum. Almarhum meninggal saat berjihad. Insya ALlah kami akan santuni” ujar Rizieq. Demo yang berakhir ricuh Jumat malam diduga berawal dari aksi provokator. Sangat jelas beberapa anggota FPI malah membentengi polisi dari serangan massa yang brutal demi aksi demo yang damai. Satu orang meninggal, dan sedikitnya 150 orang terluka akibat rusuh tersebut. M Syachrie Oy Bcan (55),guru ngaji, warga Binong Permai F-14/24 RT07/07, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten itu meninggal karena asma saat ikut aksi damai.